Jumat, 10 April 2026, masih dalam suasana Paskah. Keluarga besar SD Katolik Santa Clara merayakannya bersama sebagai ungkapan syukur melalui Ibadat Paskah yang dilaksanakan di halaman sekolah dan dipimpin oleh Fr. Christoporus Rerung.
Dalam homilinya, Frater menyampaikan tentang kasih Tuhan serta pengorbanan Yesus Kristus yang menyelamatkan umat manusia dan menghapus dosa-dosa melalui wafat-Nya di kayu salib. Frater juga menambahkan bahwa dalam Gereja Katolik, Paskah tidak hanya diperingati pada satu hari saja, tetapi dirayakan melalui rangkaian pekan suci, yaitu Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah.
Masing-masing hari memiliki makna mendalam tentang kasih Tuhan. Minggu Palma mengenang Yesus yang disambut meriah saat memasuki Yerusalem. Kamis Putih mengenang Yesus yang membasuh kaki para murid-Nya sebagai teladan kerendahan hati, sekaligus perjamuan terakhir bersama para murid. Jumat Agung mengenang Yesus yang disalibkan dan wafat demi keselamatan umat manusia. Sabtu Suci menjadi saat hening menantikan kebangkitan Tuhan. Minggu Paskah merupakan perayaan kebangkitan Yesus yang membawa harapan baru bagi umat beriman.
Frater juga mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadi seperti lilin yang bercahaya. Meskipun harus berkorban dan meleleh, lilin tetap memberi manfaat dengan menerangi sekitarnya dalam kegelapan, sebagaimana Yesus telah menjadi terang bagi dunia.
Setelah ibadat, kegiatan dilanjutkan dengan memberikan ucapan selamat kepada anak-anak yang berulang tahun pada bulan Maret. Selanjutnya, donat dibagikan sebagai ungkapan syukur dalam sukacita Paskah.
Kemudian, anak-anak kembali ke kelas masing-masing untuk menyiapkan perlengkapan menghias telur Paskah. Kegiatan dilanjutkan di lantai 1, di mana mereka duduk sesuai kelas masing-masing. Anak-anak tampak sangat antusias menghias telur Paskah dengan berbagai media, seperti spidol, cat air, kertas, kapas, dan bahan lainnya yang mereka bawa dari rumah.
Dengan penuh semangat, mereka berkreasi sesuai imajinasi masing-masing. Ada yang menghias telur dengan warna-warna cerah, ada pula yang membentuk karakter lucu dan unik. Suasana penuh keceriaan terlihat dari senyum dan tawa anak-anak selama kegiatan berlangsung. Aktivitas ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi mereka. Setelah selesai, mereka pun berfoto bersama dengan hasil karya masing-masing.
Semoga melalui perayaan ini, anak-anak semakin memaknai Paskah dengan penuh sukacita serta meneladani kasih Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
Elizabet Nopitasari, S.Pd










