Kegiatan Ziarah Yubileum Di Gereja Stasi St. Teresia Paroki Santo Mikael Tobadak, Kevikepan Sulawesi Barat, Keuskupan Agung Makassar Tahun 2025

  • Home
  • Kegiatan
  • Kegiatan Ziarah Yubileum Di Gereja Stasi St. Teresia Paroki Santo Mikael Tobadak, Kevikepan Sulawesi Barat, Keuskupan Agung Makassar Tahun 2025

Paus Fransiskus telah mengumumakan bahwa mulai tanggal 24 Desember 2024 merupakan Tahun Yubileum. Tahun Yubileum yang diadakan setiap dua puluh lima tahun sekali ini merupakan   waktu untuk pengampunan dosa, rekonsiliasi, dan pembaruan rohani bagi umat beragama Katolik. Tema Tahun Yubileum ini adalah “Peziarah Harapan” . Salah satu ajakan pada Tahun Yubileum ini yaitu mengadakan ziarah rohani ke Gereja yang pintunya ditentukan sebagai Pintu Suci. Keuskupan Agung Makassar telah menentukan 11 tempat ziarah yang bisa dikunjungi oleh umat, yaitu diantaranya Gereja Paroki Lalibu Paroki Labasa, Gua Maria Paroki Unaaha, Pusat Ziarah Maria Bunda Segala Bangsa Pena Paroki Mamasa, Taman Doa Maria Segala Bangsa Paroki Tobadak, Gereja Maria Ratu Rosari Paroki Rantetiku, Gereja Santo Mikael Paroki Palopo, Pusat Ziarah Keluarga Kudus Sa’pak Bayo-Bayo dan Gereja Stasi Tampo Makale.

Pada kesempatan ini Yayasan Puspita Kencana Sub Perwakilan Sulawesi Barat yang dipimpin oleh Sr. Wigbertha Gapi, MC, mengadakan ziarah dalam rangkaian Tahun Yubileum ini. Para Mitra Kerja Yayasan yang terdiri dari para suster kepala sekolah, bapak ibu guru dan karyawan Sekolah Katolik Santa Clara pada hari Sabtu, 29 Maret 2025 berkesempatan untuk ziarah ke Gereja Stasi St. Teresia Paroki Santo Mikael Tobadak. Kami berkumpul pukul 05.30 pagi di halaman sekolah dan berangkat menggunakan bus pada pukul 06.00 pagi. Perjalanan menuju Tobadak memakan waktu sekitar tiga jam dari Mamuju.

Selama perjalanan, kami bernyanyi dan bersuka cita. Di dalam bus, semua Suster dan Mitra Kerja Sekolah Katolik Santa Clara juga melakukan Doa Rosario bersama. Setelah menyelesaikan Doa Rosario sekitar setengah jam, kami berbagi kue dan air minum di bus. Tidak terasa, perjalanan kami sudah hampir sampai di Tobadak.

Sesampainya di Tobadak, hal pertama yang kami lakukan adalah mengunjungi Pastoran setempat. Kami beristirahat sejenak selama sekitar sepuluh menit sambil mengenal Frater dan warga Katolik di Tobadak. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah keluarga Sr. Wigbertha Gapi, MC dan Sr. They Klara Immakulata, MC, tiba disana kami disambut dengan hangat, dan telah disediakan hidangan makan siang untuk kami.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Gereja Katolik di Tobadak. Sekitar dua puluh menit kemudian, kami tiba dan disambut dengan hangat oleh Pastor Yeremias Nardin, CMF. Kami melaksanakan Ziarah Yubileum di Gereja Stasi St. Teresia, Paroki Santo Mikael Tobadak, Kevikepan Sulawesi Barat, Keuskupan Agung Makassar. Pastor Yeremias Nardin, CMF, memberikan penjelasan tentang tata cara pelaksanaan Ziarah Yubileum. Kami memulai dengan Doa Sebelum Melintasi Pintu Suci dan Doa Tobat. Setelah pintu terbuka, dilanjutkan dengan Doa Setelah Melintasi Pintu Suci dan Doa Aku Percaya. Kami juga mendoakan Doa Tahun Yubileum, Intensi Doa Bapa Suci untuk bulan Maret 2025, Doa Bapa Kami, serta tiga kali Salam Maria, yang ditutup dengan sebuah lagu.

Selanjutnya, Sr. Wigbertha Gapi, MC, Sr. Goreti Adjo, MC, Benedicta Suhananti, MC, MC, Sr. Clara, MC dan mitra kerja Sekolah Katolik Santa Clara melakukan penerimaan Sakramen Tobat di hadapan Pastor Yeremias Nardin, CMF. Setelah itu, kami mengikuti misa bersama. Usai misa, kami diberikan kesempatan untuk bersama dengan Pastor menanam satu pohon pinus di samping Gereja Stasi St. Teresia, Paroki Santo Mikael Tobadak. Pastor menyampaikan setiap peziarah yang datang akan menanam satu pohon. Penanaman pohon ini berkesinambungan dengan Laudato Si’  Paus Fransiskus yang menyerukan untuk kita semua menjaga dan merawat bumi.

Kegiatan dilanjutkan dengan berdoa di depan Goa “Bunda Maria Segala Bangsa”. Kemudian, kami berdoa sebelum makan siang dan menikmati hidangan bersama warga serta Pastor Yeremias Nardin, CMF. Setelah makan, kami kembali ke Pastoran dengan bus dan menyapa anak-anak sekami, sembari melihat proses pembangunan Gereja yang sedang berlangsung. Kami bertemu dengan Pastor Kepala Paroki Pastor Frederikus Jampur, CMF sebelum pulang.

Para suster dan mitra kerja beristirahat sejenak dengan menikmati secangkir kopi dan teh. Setelah beristirahat selama tiga puluh menit, kami berpamitan dengan Pastor untuk melanjutkan perjalanan ke Mamuju. Perjalanan ini sungguh memiliki makna penting bagi kami. Selain untuk merekatkan hubungan persaudaraan antar mitra kerja, kami diajak untuk melakukan pertobatan dan pembaharuan iman.

Peziarah Harapan

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *